May 19 2012

Quote

Saya rasa saya ngga pernah bilang kan, kalau saya main-main sama perasaan seseorang? Tapi kenapa mereka selalu datang seperti pahlawan lalu pergi bagaikan pencuri?
Adinda Larasati Baki

May 19 2012

Quote

Mungkin, mungkin, mungkin. Saya benci satu kata itu. Kata-kata yang ga pernah bisa meyakinkan saya dalam hal apapun, if you tell me ‘Maybe’ or ‘Perhaps’.
Adinda Larasati Baki

May 19 2012

Quote

Kenapa move on itu ada? Karena selama saya hidup sampai sekarang, saya baru tahu kalau kita bisa menemukan cinta yang salah. Atau kita ga bisa mempergunakan perasaan sebaik-baiknya?
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
1 note

Quote

Malem ini saya kangen seseorang. Seseorang yang baik, tapi rasanya buat bilang kangen aja ga berani. Andai hati bisa ngomong sendiri ya, pasti dia sekarang udah tau.
Adinda Larasati Baki

May 19 2012

Quote

Isi otak terlalu banyak pertanyaan. Tapi ngga ada satupun yang mau jawab, pastinya :))
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
3 notes

Quote

Aku suka menulis, sangat suka. Karena kau tak harus bersuara untuk melontarkan isi pikiranmu :)
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
1 note

Quote

Menangis karena alasan itu jauh lebih melegakan daripada menangis tanpa alasan yang sama sekali tidak kau ketahui.
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
1 note

Quote

Terkadang sendiri itu memang lebih baik, tanpa mendengar suara yang lain. Namun terkadang suara-suara lainnya itu tetap kau butuhkan, sebagai penolong untuk lebih maju kedepan.
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
2 notes

Quote

Aku suka memiliki. Aku benci kehilangan.
Adinda Larasati Baki

May 19 2012
3 notes

Cinta, Cinta, Cinta <3

Halo, malem ini saya ngga bisa tidur. Padahal seharian diluar rumah trus pas sampe rumah rasanya ngantuk sekali, pas udah nyoba tidur malah ngga bisa tidur. I have sooo many questions here, *pointing my head*

Hari ini saya ngabisin waktu hampir lebih dari 3 jam bareng sahabat saya, Wanda. And we talked everything, about the change.

Kenapa sampai sekarang rasanya waktu itu cepat sekali berlalu, ya? Bukan waktu aja, tapi sikap manusia disekitar juga banyak yang nunjukin perubahan. Contoh simplenya, pacaran. Saya pernah denger lirik lagu yang artiannya kira-kira begini : cinta itu datang dan pergi kapan saja.

Kenapa bisa begitu sih? Or this is the part of : nothing lasts forever?

Kenapa rasanya sedih ya, kalau ngeliat halaman-halaman yang dulu itu keliatan indah banget sama orang yang dulunya berarti buat kita, lalu tiba-tiba hari ini, detik ini, dia bukan lagi bagian dari yang terindah itu. Mereka jadi orang asing, seseorang yang rasanya aneh untuk dijadikan tempat mengadu, tempat berbagi suka dan duka.

Kenapa begitu ya?

Kenapa yang dulunya cinta itu datang menggebu-gebu lalu sekarang perasaan itu biasa aja kalau dia lewat didepanmu? Kenapa yang dulunya terlalu merasa takut untuk kehilangan, sekarang melihat dia bersama orang lain rasanya tidak ingin tahu?

Sebetulnya itu perasaan cinta ga sih?

Saya terlalu sering ngeliat banyak cowok yang mati-matian buat dapetin seorang cewek, lalu tiba-tiba setelah sekian lama waktu berlalu, entah apa yang hinggap di pikiran mereka sampe-sampe mereka ngerasa bosen?

Apa cinta itu punya takaran bosan?

Jujur, selama beberapa kali pacaran, saya ngga pernah ngerasain bosen sama pacar sendiri. Tapi saya lebih sering ngerasain ‘dibosenin’. Ahaha. Saya banyak nemu cowok yang tiba-tiba bilang bosen ke saya, entah gimana berapa kali saya usaha buat pertahanin hubungan itu, tapi keliatannya mereka ga mau buat lanjut.

Apa saya ngebosenin ya?

Padahal menurut saya, cinta itu ga pernah hadir di waktu yang salah, terhadap pasangan yang salah, dan terhadap kekacauan apapun.

Sekali kamu bilang cinta sama seseorang, harusnya itu kamu ucapkan dengan sepenuh hati, diiringi doa dan harapan kepada Tuhanmu, berharap ini akan berakhir dengan indah, sampai maut memisahkan kamu dan dia, yang terindah.

Sembilan belas mei, pukul 10 lewat 15.


1 2 3 4 5 Next